No model yet, material choice and wall thickness are explained from a practical angle.
Blueprint News
lantu3D meninjau ketebalan dinding, struktur, material, proses, jumlah, dan finishing sebelum penawaran.
Content should help customer decisions
lantu3D articles focus on materials, processes, cost, modeling and manufacturability so customers understand key decisions before submitting a request.
Prototype, fixture, custom part, small batch and cost-control topics for business users.
lantu3D is positioned as blueprint realization and lifecycle management, not just a print shop.

Desain Pencetakan 3D Terintegrasi Multifungsi: Mengurangi Jumlah Komponen dan Proses Perakitan
Membahas bagaimana melalui konsep desain terintegrasi dalam pencetakan 3D, beberapa komponen tradisional dapat digabung menjadi satu bagian cetak, sehingga menurunkan kompleksitas perakitan, mengurangi titik kegagalan, dan meningkatkan keandalan sistem, serta menyediakan metode desain praktis dan studi kasus rekayasa.

Pertimbangan Desain Termal untuk Komponen Cetak 3D: Pencegahan Deformasi Termal dan Optimalisasi Struktur Pembuangan Panas
Menjelaskan secara sistematis bagaimana mempertimbangkan masalah deformasi termal pada tahap desain komponen cetak 3D, serta memberikan metode rekayasa untuk optimalisasi struktur pembuangan panas, desain pelepasan tegangan termal, dan kompensasi deformasi termal guna membantu desainer mencapai komponen dengan presisi lebih tinggi dalam manufaktur aditif.

Standar Desain Toleransi Rakitan 3D Printing: Panduan Rekayasa untuk Fit Poros-Lubang, Celah Luncur, dan Interference Fit
Artikel ini membahas logika utama desain toleransi pada rakitan 3D printing, mulai dari batas kemampuan proses, pengaruh penyusutan material, arah cetak, hingga penentuan fit poros-lubang, celah luncur, dan interference fit. Disertakan pula nilai rekomendasi praktis untuk FDM, SLA, SLS, dan MJF agar perakitan lebih stabil serta meminimalkan rework.

Prinsip Desain Struktur Penyangga 3D Printing: Sudut Overhang, Optimasi Titik Kontak, dan Pertimbangan Pascaproses
Artikel ini membahas prinsip desain support pada 3D printing: ambang sudut overhang, optimasi titik kontak, kemudahan pelepasan, serta pertimbangan pascaproses untuk FDM, SLA, dan SLS/MJF.

Panduan Desain Ketebalan Dinding Minimum 3D Printing: Ambang Ketebalan untuk Berbagai Proses dan Material
Artikel ini menjelaskan bahwa ketebalan dinding minimum pada 3D printing tidak boleh ditentukan hanya dari batas teoritis mesin. Ulasannya membandingkan SLA, SLS, FDM, dan SLM dari sisi material, risiko deformasi, kekuatan antarlapisan, kebutuhan support, serta rekomendasi ketebalan praktis untuk komponen fungsional dan produksi.

Peta Kinerja Filamen Cetak 3D FDM: Karakteristik Rekayasa dan Skenario Aplikasi PLA, ABS, PETG, TPU
Artikel ini membandingkan PLA, ABS, PETG, dan TPU dari sudut pandang rekayasa FDM, mencakup suhu kerja, jenis beban, kemudahan pascaproses, serta kebutuhan perakitan. Panduan ini membantu memilih material yang paling sesuai untuk prototipe, jig, komponen struktural, hingga bagian fleksibel.

Standar Pengelolaan Serbuk untuk Pencetakan 3D Logam: Proses Lengkap dari Penyimpanan, Daur Ulang hingga Kontrol Kualitas
Dalam pencetakan 3D logam, serbuk adalah bahan baku inti yang langsung menentukan densitas, stabilitas kolam leleh, dan sifat mekanik. Artikel ini merangkum standar pengelolaan serbuk dari penyimpanan, pengayakan, daur ulang, hingga ketertelusuran batch dan pengujian kualitas agar proses SLM/LPBF tetap stabil, konsisten, dan dapat ditelusuri.

Perbandingan Performa Material Serbuk Nylon SLS: PA12, PA11, dan Nylon Komposit untuk Aplikasi Rekayasa
Artikel ini membandingkan PA12, PA11, serta nylon diperkuat serat kaca/karbon untuk proses SLS dari sisi kekuatan, ketangguhan, ketahanan panas, penyerapan air, stabilitas dimensi, dan biaya. Intinya, PA12 cocok untuk komponen umum yang stabil, PA11 unggul pada ketangguhan dan impak, sedangkan nylon komposit lebih tepat untuk struktur kaku, beban tinggi, dan kontrol deformasi yang ketat. Pemilihan material harus disesuaikan dengan kondisi kerja dan mode kegagalan aktual.

Panduan Pemilihan Material Resin Fotopolimer: dari Resin Standar hingga Polimer Fotosensitif Kelas Rekayasa
Artikel ini mengulas klasifikasi resin fotopolimer untuk pencetakan 3D, mulai dari resin standar, resin ulet, resin tahan suhu tinggi, hingga resin biokompatibel. Fokus pembahasan mencakup cara memilih material berdasarkan kebutuhan fungsi, kekuatan mekanik, ketahanan panas, sertifikasi medis, serta kecocokan dengan parameter SLA, DLP, dan LCD. Selain itu, dijelaskan pentingnya post-processing dan kontrol kualitas agar komponen cetak tidak hanya bisa diproduksi, tetapi juga layak digunakan dalam aplikasi nyata.

Pemilihan Material Cetak 3D dan Prediksi Umur Pakai Komponen Tahan Korosi di Industri Energi
Industri energi (minyak, gas, nuklir, angin) menuntut komponen tahan korosi dengan standar sangat tinggi; pencetakan 3D menawarkan kebebasan desain yang tidak dapat dicapai manufaktur tradisional. Artikel ini secara sistematis membahas pemilihan material tahan korosi, optimasi proses pencetakan, dan metode pembangunan model prediksi umur pakai.

Sistem Pengendalian Mutu dan Sertifikasi Standar Higiene untuk 3D Printing Kelas Pangan
3D printing kelas pangan sedang mengubah industri manufaktur makanan, dari pencetakan cokelat hingga permen personalisasi, dengan cakupan aplikasi yang terus berkembang. Artikel ini mengulas secara sistematis sertifikasi bahan kelas pangan, standar higiene peralatan, pengendalian lingkungan produksi, dan sistem ketertelusuran mutu.

Produksi Massal Cetakan 3D dan Komponen Berbentuk Khusus di Industri Konstruksi
Industri konstruksi sedang menjadi bidang aplikasi penting bagi teknologi pencetakan 3D, dari komponen dekoratif berbentuk khusus hingga cetakan konstruksi. Artikel ini secara sistematis memperkenalkan pemilihan material, desain proses, dan metode kontrol kualitas pada pencetakan 3D untuk konstruksi.
Have a model, drawing, or only an idea?
Submit your requirement and our engineers will recommend a better design and manufacturing path based on use, size, quantity, material, tolerance and lead time.
